Webinar Cloud Computing, Sukses Digelar Bersama Furin Ongko dari AWS Educate

(sttmcileungsi.ac.id) BOGOR — Lembaga Kerjasama, Promosi, dan Learning Center bersama Program Studi Teknik Informatika Sekolah Tinggi Teknologi Muhammadiyah Cieungsi menyelenggarakan Webinar Cloud Computing dengan topik “What does the future hold for cloud computing?” pada Rabu, 28 April 2021. Webinar ini terselenggara atas kerjasama STTM Cileungsi dengan Amazon Web Services (AWS).  Pembicara tunggal dalam webinar ini adalah Furin Ongko, Program Manager Education to Workforce Amazon Web Services.

Dalam sambutannya Ketua STTM Cileungsi Anas Sobarnas, M.Kom, menyampaikan bahwa webinar ini sangat penting bagi mahasiswa dalam rangka mendapatkan wawasan baru berkaitan dengan cloud computing, teknologi mutakhir yang dalam implementasinya sangat mudah dan efisien dibandingkan dengan teknologi tradisional. Sementara Ketua Program Studi Teknik Informatika menegaskan cloud computing sangat penting mengingat AWS saat ini digunakan oleh banyak startup di Indonesia.

Acara inti dalam Webinar ini dipandu oleh Ashari Imamuddin, M.Kom, dosen Prodi Teknik Informatika STTM Cileungsi. Dalam pemaparannya Furin Ongko, pembicara, menjelaskan bahwa cloud computing adalah sumber daya teknologi informasi yang sesuai dengan permintaan (on-demand IT resources) melalui jarring pulik maupun privat tanpa biaya awal. Cloud computing menggunakan AWS sangat menarik mengingat “AWS merupakan leader di bidang cloud computing dalam 10 tahun terakhir”, tandasnya. Disamping itu menggunakan AWS sangat cepat untuk menyediakan infrastruktur disbanding dengan penyediaan infrastruktur teknologi informasi tradisional dimana kita perlu membeli server dan perlengkapannya membutuhkan waktu 20-40 hari untuk penyediaanya ditambah dengan setup dan konfigurasinya. Sedangkan menggunakan AWS penyediaan infrastruktur dapat tersedia dengan segera dalam hitungan menit.

Sambungnya, dari segi biaya cloud computing sangat efisien dibandingkan infrastruktur IT tradisional karena pada penyediaan infrastruktur IT tradisional membutuhkan capex (capital expenditure) dan opex (operational expenditure) sedangkan dengan AWS cukup opex. Disamping itu menggunakan AWS, penyediaan resource (sumber daya) sangat elastis (lentur) tergantung dengan kebutuhan. Sumber daya seperti prosesor, memori, dan harddisk di AWS bisa dinaikkan dan diturunkan sewaktu-waktu sesuai dengan kebutuhan.

Dari segi security (keamanan komputer) AWS menyediakan pilihan keamanan yang bisa dipilih oleh pengguna/pelanggan dari segi infrastruktur berupa data protection; identity, directory, and access; detective controls and management; dan networking and infrastructure.  Namun begitu pelanggan juga masih perlu menambahkan keamanan dari sisi palikasi dan database aplikasi.

Bagaimana dengan masa depan cloud computing? Forbes memprediksi 80% perusahaan IT akan pindah ke cloud computing tahun 2025. Sedangkan Pricewaterhouse Coopers (PwC) memperkirakan bahwa pandemic COVID-19 akan mempercepat kebutuhan pelanggan akan cloud. Dan berdasarkan penelitian Silicon Angle pada tahun 2025 cloud akan menjadi menjadi pendorong utama bisnis.

Ini semua merupakan peluang dan tantangan masa depan bagi para mahasiswa. Disamping itu saat ini kebutuhan sumber daya manusia di bidang cloud secara global sangat tinggi tetapi ketersediaan sumber daya manusia yang punya keahlian di bidang cloud masih sangat sedikit. Untuk mendukung kebutuhan peningkatan sumber daya manusia terlatih di bidang ini maka AWS menyediakan platform gratis untuk pelatihan AWS yang dinamai AWS Educate. Platform ini gratis dan menyediakan 12 (dua belas) jenis jenjang karir di AWS dan tersedia dalam bahasa Indonesia. Di platform ini juga disediakan program pelatihan untuk Startup dan tersedia juga Microcredential di bidang cloud menggunakan AWS.

Pada sesi pertanyaan ada dua orang dosen, Mastang dan Iskandar. Masing-masing dari program studi Teknik Mesin dan Teknik Informatika, yang mempertanyakan IoT (internet of things) dan BigData di AWS. Pembicara memeberikan jawaban bahwa kedua teknologi ini tersedia di AWS.

Sebagai kalimat penutup pembicara menyampaikan bahwa kalau zaman dulu kita harus belajar dengan mendatangi sumber-sumber ilmu di tempat yang jauh bahkan di luar negeri. Sedangkan saat ini zaman sudah berubah ilmu berada di dekat kita. Bagaimana mendapatkannya? Ini sangat tergantung tergantung kita sendiri. Semangat kita mencari ilmu akan menentukan kemampuan kita karena ilmu sudah tersedia di hadapan kita, seperti AWS Educate.

 

[ajiz]

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*