Seminar Teknologi Blok Chain dan Perkembangannya: Digital Coin, Smart Contract, NFT

(sttmcileungsi.ac.id) CILEUNGSI – Lembaga Kerjasama, Promosi, dan Learning Center bersama Program Studi Teknik Informatika Sekolah Tinggi Teknologi Muhammadiyah Cileungsi, sukses menyelenggarakan Seminar Teknologi Blockchain dan perkembanganya, pada hari Sabtu (26/06).

Acara inti dalam seminar ini dipandu oleh Iskandar, M.Kom. Sekretaris Prodi Teknik Informatika STTM Cileungsi. Dalam pemaparannya Umar Tsani Abdurrahman, selaku pembicara, menjelaskan bahwa teknologi blokchain adalah suatu teknologi yang pada prinsipnya cukup sederhana, yaitu pengembangannya menjadi antara lain; digital coin, smart contract dan non fungible token (NFT).  Yang mana semua pada dasarnya berkaitan dengan kriptografi.

Kriptografi adalah ilmu yang membahas mengenai bagaimana mensandikan data dari yang mudah dibaca menjadi tidak mudah dibaca oleh yang tidak berkepentingan.
Dengan kata lain Blockchain itu salah satu teknologi yang sudah tidak menggunakan pihak ketiga lagi dalam proses pertukaran data atau transaksi. Blockchain tidak menggunakan pihak ketiga lagi, namun menggunakan banyak pihak (organisasi) atau jaringan. Hal ini berguna untuk mencegah adanya pembobolan pada sistem. Ini lah yang menjadi kekuatan utama Blockchain. Sesuai hasil survai dengan kondisi pembayaran di Indonesia yang sudah menggunakan teknologi Blockchain seperti pada gambar :

Sumber: https://digitalis.id/blog/teknologi-blockchain-di-blueprint-sistem-pembayaran-indonesia-2025/

Teknologi blockchain juga dapat mengurangi tingkat korupsi karena data transaksi akan langsung ketahuan dengan history transaksi yang langsung terlihat secara realtime. Dengan catatan transaksi yang terdesentralisasi ini, hampir tidak mungkin database dari ratusan atau ribuan komputer, dihack atau dirusak dengan mudah.

Sambungnya, Penting untuk dipahami bahwa kode blockchain itu sifatnya sangat transparan. Artinya seorang developer yang bisa membaca kode blockchain, seseorang itu maka bisa memverifikasi sendiri kode apa yang tertulis. Dengan sistem transparan ini, kita bisa tahu secara tepat ada berapa banyak supply cryptocurrency tersebut dan ada berapa banyak yang akan dicetak di masa depan. Semua hal di dunia ini yang bisa diperjualbelikan itu mempunyai harga. Dan harga segala hal akan selalu bergantung dari supply and demand (permintaan dan penawaran), misalnya pada Bitcoin, ada berapa banyak supply Bitcoin, berapa tingkat inflasi Bitcoin (untuk mengerti permintaan dan penawaran).

Beberapa keuntungan yang didapat dari teknologi blokchain :

1. Teknologi blockchain dapat meningkatkan keamanan dan manajemen identitas online

Dalam hal manajemen identitas online dalam blockchain cukup mudah, yaitu para pengguna dapat mengidentifikasi diri mereka sendiri dan siapa yang akan diidentifikasi atau untuk keperluan apa.

2. Transparansi dari setiap transaksi

Banyak keuntungan pada teknologi ini, salah satunya transparansi dan pelacakan transaksi.

3. Para penggunanya diberi kuasa penuh

Penggunanya memegang kendali langsung atas semua informasi dan transaksi mereka.

4. Data yang berkualitas tinggi

Data pada blockchain pasti lengkap, tepat waktu, konsisten, akurat, dan tersedia secara luas.

5. Daya tahan lebih kuat dan panjang umur

Dengan adanya jaringan desentralisasi atau tersebar, maka sistem blockchain relatif tidak memiliki titik pusat kegagalan dan lebih mampu menahan segala serangan berbahaya dari para hacker oleh karena itu teknologi ini digadang-gadang memiliki daya tahan sistem keuangan ini sangat tinggi.

6. Proses yang integritas.

Pengguna dapat sepenuhnya percaya bahwa transaksi yang mereka lakukan akan dilaksanakan sama persis seperti perintah protokol.

7. Biaya transaksi yang lebih ringan.

Dengan meniadakan perantara atau pihak ketiga dan biaya overhead untuk bertukar aset, blockchain memiliki potensi besar untuk meminimalisir biaya transaksi.

Pada sesi penutup moderator meyampaikan kembali bahwa blokchain merupakan sebuah buku besar yang terdistribusi (distributed ledger) terbuka, bagaimana mengelola aset yang ada dalam sistem blokchain tadi, yang implementasinya itu ada pada uang digital, uang kripto seperti contohnya pada bitcoin, juga aplikasinya ada pada smart contract dan NFT.
Sehingga mudah-mudahan kita sebagai insan di informatika bisa membuat atau punya wacana kedepan bagaimana membuat bisnis baru, karena dengan kondisi sekarang di era pandemi kita harus kreatif.

(Peserta Seminar)

 

[Penulis : Iskandar, M.Kom]

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*